Minggu, 29 Juni 2025

Silaturunning JNE Sengkang: Melesat jadi Sehat

 Oleh Tuti

Pelepasan para runners


Lari: Dari Gaya Hidup Menjadi Tren

Sengkang - Beberapa waktu terakhir, lari bukan sekadar olahraga, ia menjelma menjadi ajang eksistensi, wadah silaturahmi lintas hobi, bahkan obat patah hati. Di media sosial, foto-foto jersey komunitas, race pack, hingga medali finisher seolah menjadi simbol kebanggaan baru. Komunitas-komunitas pelari bermunculan dari kota besar hingga pelosok daerah. Tak sedikit pula yang terjun hanya karena fomo tak ingin ketinggalan tren.

Fenomena ini tak bisa diabaikan, ia membentuk ekosistem sosial yang sehat dan solid. Maka ketika JNE Sengkang menghadirkan konsep Silaturunning, saya langsung berpikir: ini langkah cerdas. JNE membaca zeitgeist masyarakat dan menyulapnya menjadi momen berharga yang menggabungkan semangat sehat dan nilai kekeluargaan.

Ulang Tahun ke-34 JNE dan Setahun JNE Sengkang

Tanggal 26 November 2024, JNE genap berusia 34 tahun, usia matang bagi perusahaan yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia. Namun bagi JNE cabang Sengkang, perayaan itu punya makna lebih dalam karena di momen ini juga JNE Sengkang merayakan ulang tahunnya yang pertama.

Letak Kota Sengkang yang berada cukup jauh dari ibu kota provinsi Sulawesi Selatan, sekitar 7 jam perjalanan dari Kota Makassar, membuat kehadiran layanan logistik seperti JNE sangat berarti. Di tengah segala keterbatasan jarak dan akses, JNE hadir sebagai penghubung yang memperpendek waktu, mempercepat proses, dan memudahkan masyarakat untuk tetap terhubung dengan dunia luar.

Terlebih, Sengkang dikenal sebagai kota sutera, tempat para pengrajin kain tenun sutra atau lipa’ sabbe yang melegenda. Kain-kain cantik hasil karya tangan-tangan terampil ini tidak hanya digunakan di daerah sendiri, tapi juga menjadi primadona di luar Wajo, bahkan hingga ke mancanegara. Peran JNE sangat vital dalam mendukung para pengrajin dan pelaku UMKM lokal agar bisa memasarkan produk mereka secara luas. Kiriman kain sutra dari Sengkang menjadi salah satu denyut ekonomi yang terus bergerak, dan JNE adalah bagian dari denyut itu.

Maka tak heran jika ulang tahun pertama JNE Sengkang disambut dengan antusias. Kehadirannya bukan hanya soal bisnis, tapi tentang pelayanan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Sebagai cabang yang masih seumur jagung, JNE Sengkang menunjukkan semangat besar untuk tumbuh bersama masyarakat. Bukan lewat pesta formal, melainkan lewat kegiatan yang merangkul banyak kalangan dengan event lari, dan saya merasa sangat terhormat karena diberi kepercayaan menjadi MC dalam acara tersebut.

Silaturunning: Lari, Silaturahmi, Bertabur Emas

Acara Road to Silaturunning with MBY X JNE berlangsung pada pagi hari, 17 November 2024. Saya sudah bersiap sejak subuh, mempersiapkan skrip, mengatur alur, dan tentu saja menyemangati diri. Saat matahari mulai naik, ratusan pelari dari berbagai komunitas di Sulawesi Selatan berkumpul dengan antusiasme luar biasa.

Lari dimulai dengan semangat di tengah dinginnya suasana pagi, namun kehangatan justru terasa paling kental di luar lintasan; tawa para peserta, sorakan penyemangat, dan keakraban yang terjalin bahkan antarpelari yang baru saja berkenalan.

Tak hanya suasana yang meriah, JNE juga mempersiapkan berbagai hadiah menarik untuk para pelari, mulai dari merchandise hingga hadiah utama berupa dua logam mulia. Namun momen yang paling membekas justru terjadi saat pengundian hadiah utama. Secara mengejutkan, salah satu pemenang adalah owner JNE Sengkang sendiri. Alih-alih menerima hadiah, beliau memilih untuk mengundi ulang dan menyerahkan hadiah tersebut kepada peserta lain yang lebih beruntung. Saya berdiri di atas panggung, menyaksikan sendiri tepuk tangan panjang dan sorak kagum yang mengiringi keputusan itu. Di tengah acara yang penuh semangat, momen itu menjadi bukti bahwa inspirasi bisa hadir lewat tindakan sederhana tapi bermakna.

Tak hanya itu, suasana kian hidup saat Si Joni, maskot ikonik JNE, turut hadir di lintasan sambil membagikan air minum kepada para peserta. Tawa para runners dan antusiasme pelari saat menerima minuman langsung dari Si Joni menjadi penyegar suasana yang tidak terlupakan.

MC event bersama Si Joni

Sebagai MC, saya juga sempat mewawancarai beberapa peserta. Salah satunya mengaku bahwa ia awalnya hanyalah seorang “pelari FOMO” ikut-ikutan tren semata. Namun usai mengikuti Silaturunning, ia merasa terinspirasi untuk mulai berlatih lebih serius dan bahkan berencana membentuk komunitas lari bersama temannya. “Event ini bikin saya sadar bahwa olahraga bisa jadi ruang kumpul yang sehat dan produktif. Saya juga baru tahu kalau di Sengkang sudah ada JNE, dan ternyata mereka bikin gebrakan juga!” ucapnya.

Setelah peluh dan semangat di lintasan, acara berlanjut dengan workshop kewirausahaan yang melibatkan para pelaku UMKM di Sengkang. Di sesi ini, JNE bukan hanya sebagai penyedia jasa pengiriman, tapi sebagai sahabat bisnis yang mendampingi pelaku usaha untuk memperluas jangkauan produk mereka. Ilmu tentang branding, pengemasan, hingga strategi ekspedisi dibagikan dengan antusias. Sungguh sebuah perayaan ulang tahun yang penuh makna.

Melesat SAT SET, Menginspirasi Tanpa Batas

Sebagai seseorang yang berdiri di atas panggung, menyaksikan jalannya acara dari awal hingga akhir, saya merasa ikut tersentuh. Saya melihat bagaimana sebuah kegiatan sederhana seperti lari bisa menyatukan banyak orang. Saya menyaksikan bagaimana kehadiran JNE bukan hanya dalam bentuk kantor dan paket, tapi juga dalam bentuk harapan, koneksi, dan kolaborasi.

JNE Sengkang menunjukkan bahwa meskipun baru berusia setahun, ia telah menjadi bagian dari denyut nadi masyarakat. Ia melesat cepat, tak hanya dalam hal layanan, tapi juga dalam membangun relasi sosial.

Dan saya percaya, ketika semangat bergerak dan berbagi terus dihidupkan, tak ada yang tak mungkin. Seperti lari itu sendiri, kita tak harus cepat finish, tapi hanya perlu terus bergerak maju. Dan selama ada JNE yang menemani, perjalanan itu akan terasa lebih dekat.

#JNE #ConnectingHappiness #JNE34SatSet #JNE34Tahun #JNEContentCompetition2025 #JNEInspirasiTanpaBatas

Selasa, 06 Februari 2018

Sastra anak wajo

Kutipan dari long quotes karya Nurfaika

Untuk seluruh anak Indonesia yang masih canggung untuk menulis, bisa baca-baca karya kami nantinya, kunjungi buku kami  *Sastra Anak Wajo* oleh Twinky128 di Wattpad, berikut link autonya https://my.w.tt/UiNb/oY4Ll0LPeK
bisa lewat wattpad ataupun google, jangan lupa follow, vote, and comment

*Dari anak Wajo, untuk seluruh anak Indonesia*

Sastra anak wajo

Kutipan dari long quotes karya Zahratunnufus Dhea Karenina

Untuk seluruh anak Indonesia yang masih canggung untuk menulis, bisa baca-baca karya kami nantinya, kunjungi buku kami  *Sastra Anak Wajo* oleh Twinky128 di Wattpad, berikut link autonya https://my.w.tt/UiNb/oY4Ll0LPeK
bisa lewat wattpad ataupun google, jangan lupa follow, vote, and comment

*Dari anak Wajo, untuk seluruh anak Indonesia*

Sastra anak wajo

Kutipan dari puisi karya Sri Nur Astri Astuti

Untuk seluruh anak Indonesia yang masih canggung untuk menulis, bisa baca-baca karya kami nantinya, kunjungi buku kami  *Sastra Anak Wajo* oleh Twinky128 di Wattpad, berikut link autonya https://my.w.tt/UiNb/oY4Ll0LPeK
bisa lewat wattpad ataupun google, jangan lupa follow, vote, and comment

*Dari anak Wajo, untuk seluruh anak Indonesia*

Sastra anak wajo

Kutipan dari page orientasi buku Sastra anak wajo

Untuk seluruh anak Indonesia yang masih canggung untuk menulis, bisa baca-baca karya kami nantinya, kunjungi buku kami  *Sastra Anak Wajo* oleh Twinky128 di Wattpad, berikut link autonya https://my.w.tt/UiNb/oY4Ll0LPeK
bisa lewat wattpad ataupun google, jangan lupa follow, vote, and comment

*Dari anak Wajo, untuk seluruh anak Indonesia*

Kamis, 28 Desember 2017

Korban Tenggelam di Sungai Walennae, Alamiah atau Faktor Gaib?

Jurnalis : S.N.Astri.A



Potret awal pencarian korban tenggelam

Pammana News, 27 Desember 2017 pukul 07.00 waktu setempat, warga Cempa, Desa Pallawarukka, Kec. Pammana, Kab. Wajo, Sulsel,  digegerkan dengan kabar tenggelamnya seorang gadis di sungai Walennae, tak sedikit suara-suara masyarakat yang tinggal disekitar jembatan gantung mengaku mendengar teriakan histeris dipagi itu.

Beberapa personil dari tim penolong (secara umum), mendirikan tenda di pinggiran sungai untuk menginap disana bersama dengan keluarga dari korban. Dan dihari kedua pukul 16.00 usaha pencarian korban yang tenggelam membuahkan hasil, korban ditemuan meninggal dan sudah setengah mengapung di daerah Tonrong Welado dengan kondisi pakaian masih melekat kecuali celana yang korban gunakan.
Tangis keluarga yang berada di posko pencarian pecah tatkala mendapat kabar bahwa korban telah ditemukan, tak berselang beberapa menit jenazah korban sudah sampai di posko, kemudian diteruskan ke RS. Sengkang


Pada awalnya, kabar tenggelamnya seorang gadis yang diketahui bernama Ani tersebut, beredar luas baik melalui media sosial maupun dari mulut ke mulut dengan penjelasan logis mengenai sebab jatuhnya dari jembatan yaitu karena kondisi jembatan itu sendiri yang sudah memprihatinkan.
Namun lama-kelamaan, insiden jatuhnya gadis asal Pincengpute ini mengubah persepsi masyarakat sekitar tentang sebab terjadinya insiden ini. Terlebih lagi setelah dihadirkannya seorang dukun untuk menyebutkan dimana korban berada.

Ada dua persepsi mistis yang mewarnai pembicaraan masyarakat, yang pertama menurut warga yang masih percaya akan Kafue (kembaran yang terlahir dalam wujud hewan ghaib), dalam kepercayaan masyarakat sekitar, korban di ambil oleh kafue-nya yang tinggal di air yaitu seekor buaya. Persepsi yang kedua yaitu, menurut masyarakat yang sudah lama tinggal di sekitaran jembatan gantung, bahwa jembatan tersebut adalah jembatan tua yang memiliki penghuni ghaib seorang gadis berambut panjang, kemungkinan korban diganggu oleh penghuni jembatan tersebut.

penyebab tenggelamnya Ani yang jatuh dari jembatan gantung, mungkin akan menjadi perbincangan warga sekitar, namun yang pasti warga berharap pemerintah jangan menutup mata akan kondisi jembatan yang menjadi penghubung dua desa tersebut agar insiden seperti ini tidak terjadi lagi.

Selasa, 24 Oktober 2017

CONTOH PROPOSAL




Proposal Kegiatan Pameran dan Pentas Seni
SMA Negeri 9 Wajo
I.          Dasar Pemikiran
Sehubungan dengan peringatan HUT SMA Negeri 9 Wajo yang ke-13 tahun, kami menggagas sebuah kegiatan pameran dan pentas seni sebagai pengembangan diri serta bakat siswa. Pengembangan bakat merupakan pendidikan di luar mata pelajaran sebagai bagian integral dari kurikulum sekolah.
Pameran dan pentas seni  adalah kegiatan yang ada pada dasarnya bertujuan menanamkan nilai-nilai seni dan daya cipta dalam diri siswa serta memupuk rasa cinta terhadap budaya.
Untuk mewujudkan apa yang telah diuraikan di atas, kami selaku panitia pelaksana akan mempelopori semua siswa untuk mengikuti kegiatan bernilai positif ini.

II.       Tujuan dan Manfaat Kegiatan
1.      Menarik minat pelajar untuk mengasah bakat dalam dirinya.
2.      Meningkatkan  kualitas percaya diri pelajar untuk kedepannya
3.      Dicapainya kebersamaan dan pemahaman nilai-nilai sportifitas di jajaran pelajar, yang selanjutnya menghasilkan karakter berkemajuan

III.   Sasaran
Peserta kegiatan ini adalah semua siswa  SMA Negeri 9 Wajo yang telah mendaftarkan kelasnya pada panitia pelaksana

IV.   Pelaksanaan
Teknik pelaksanaan kegiatan :
1.      Setiap kelas memiliki minimal satu pementasan seni
2.      Setiap kelas memiliki karya seni untuk di pamerkan dengan satu orang sebagai yang mempresentasekan
3.      Pelaksanaan kegiatan setelah pendaftaran
4.      Pengumuman pemenang pameran dan pentas seni terbaik

V.      Waktu dan Tempat Kegiatan
Kegiatan ini dilaksanakan pada:
hari , tanggal   : Senin- Minggu, 12- 18 November 2017
waktu              : Pukul 08.00- 17.30 (setiap hari selama pelaksanaan kegiatan)
tempat             : Kompleks SMA Negeri 9 Wajo


VI.   Estimasi Anggaran
1.      Konsumsi
a.       Konsumsi untuk tamu undangan pembukaan                 =  Rp. 300.000
b.      Konsumsi untuk dewan juri                                            =  Rp. 175.000
2.      Perlengkapan
a.       Kertas                                                                             =  Rp. 10.000
b.      Biaya copyan                                                                 =  Rp. 30.000
c.       Atribut Panitia
-          Panitia Rp. 10.000 X 5                                            =  Rp. 50.000
3.      Lain-lain
a.       Penghargaan                                                                   =  Rp 300.000
                                                                                          Rp. 865.000

VII.    Penutup
   Kegiatan ini akan berjalan baik dan lancar berkat dukungan dan bantuan semua pihak yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu. Semoga proposal ini disetujui.


Pammana, 17 Oktober 2017

    Ketua Panitia                                                                                          Sekretaris



Muhammad Fajar                                                                               Sri Nur Astri Astuti


Mengetahui,
Pembina Pengembang Bakat




Ratmi Diana, S. Pd.